PTBajra Bumi Nusantara menyediakan pabrik pengolahan kayu sengon sebagai solusi pasca panen dari masyarakat yang terlibat dalam program pengembangan tanaman di Hutan Rakyat. Bahan Kayu Veneer Perusahaan kami memproduksi kayu veneer langsung dari Hutan Rakyat dengan pilihan bahan kayu yang cukup beragam, yakni: Pohon Albasia Pohon Jabon
jurusjitu,serkel keliling,serkel rakitan,penggergajian kayu,kayu sengon,piringanserkel,mesinpemotongkayu,@serkelchannel,pengolahan kayu sengon,proses pengol
Hubungibandar yang punya pabrik pengolahan kayu, tanyakan berapa harga kayu perkubiknya jika kita mengambil kayu dari mereka. (Kaltim), berniat menawarkan produk kami yaitu Kayu Sengon Olahan. Apakah saat ini CV ELANG JAYA, masih bisa menerima kayu sengon olahan. Terimakasih atas perhatiannya. rusmiyati on 14/03/2014 at 16:38
BajraBumi Nusantara perusahaan pengelola hutan tanaman rakyat yang meliputi: pabrikasi papan FJL (Finger Joint Layer), penggergajian kayu (sawmill), pengolahan produksi kayu barecore dan pengolahan kayu veener yang siap memenuhi pesanan hingga ke seluruh Negeri hingga ekspor. Profil Perusahaan PT. Bajra Bumi Nusantara Tentang Kami
Padatahun 1992, perusahaan ini mulai mengolah kayu sengon. Pada tahun 1997, perusahaan ini mendirikan tiga anak usaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, Perusahaan ini juga meresmikan pabrik pengolahan kayu milik PT Daiken Dharma Indonesia di Surabaya, yang didirikan melalui kerja sama dengan Daiken Corporation asal Jepang.
Lumajang- Pabrik pengolahan kayu sengon milik PT Kanawood di Lumajang ludes terbakar. Si jago merah dengan cepat melalap kayu playwood di bagian produksi. Pabrik pengolahan kayu tersebut berada di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh. Ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.
TRIBUNSOLOCOM, WONOGIRI - Pabrik olahan kayu sengon menjadi barecore di Jl Songgorunggi, Jatipuro KM 14, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jateng mampu mengekspor barecore
rsHh. Segmen usaha produk kayu merupakan usaha yang dikembangkan Perseroan saat pertama kali berdiri. Dari produksi kayu barecore dari bahan baku kayu sengon laut Paraserianthes falcataria, saat ini Perseroan telah berkembang dengan memproduksi produk kayu bernilai tambah yang sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor. Komitmen kami adalah menyediakan produk kayu berkualitas tinggi yang didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi di pabrik kami, yang berlokasi di Jawa Tengah. Selain itu, kami juga mendapat dukungan kemitraan dengan usaha kecil menengah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami menjadi salah satu perusahaan yang terkemuka dalam menyediakan produk kayu berkualitas dengan pasokan yang terus-menerus dan juga harga yang efisien untuk mencapai kepuasan pelanggan. Untuk meraih hal ini, kami didukung oleh staf yang profesional dengan pengalaman yang panjang dalam industri produk kayu serta fasilitas produksi yang memiliki teknologi efisien dan inovatif. Panels Kami memproduksi blockboard dan kayu lapis. Blockboard ditujukan untuk memenuhi pasar Jepang, Asia dan Timur Tengah. Sementara untuk kayu lapis, produk kami dikenal karena kualitas, kekuatan dan ramah lingkungan. Produk ini untuk memenuhi permintaan dari Jepang, Asia, Timur Tengah dan pasar domestik. Lihat Selengkapnya Engineered Floring Kami memproduksi engineered floor untuk memenuhi permintaan lantai kayu keras. Keunggulan produk ini terletak pada tampilan yang mewah dan eksotis, ringan, lebih stabil, harga yang kompetitif dan ramah lingkungan baik untuk lem maupun lapisannya serta mudah dirakit. Produk ini ditujukan untuk pasar Eropa, Amerika Utama, Kanada, Asia dan pasar domestik. Lihat Selengkapnya Mengapa Memilih Kami Bagi DSNG, memberikan kepuasan pelanggan adalah sebuah prioritas. Perseroan memproduksi kayu dengan kualitas terbaik, dengan menjunjung tinggi praktik-praktik keberlanjutan sustainability yang menjadi nilai tambah dari setiap produk kayu yang diproduksi. Saat ini, produk kayu telah dipasarkan di skala domestik dan internasional, serta telah mendapatkan pengakuan melalui sertifikasi dari berbagai lembaga internasional. Design Kualitas Sertifikasi Mudah Digunakan Keberlanjutan Usaha Awal Kami Produk kayu merupakan legacy business dari DSN dan sekarang memberikan kontribusi sekitar 20% dari total pendapatan Produk kayu kami telah memperoleh sertifikasi nasional dan internasional, seperti SVLK, JAS, PEFC, FSC, CARB dan CE TEKA merupakan salah satu band populer untuk produk kayu kami untuk pasar internasioanal Bahan baku produk kayu yang kami hasilkan berasal dari hutan masyarakat yang terbarukan, bukan dari hutan industri Sertifikasi Kami Produk kayu kami telah memperoleh sertifikasi nasional dan internasional, seperti SVLK, JAS, PEFC, FSC, CARB dan CE SVLK Sistem Verifikasi Legalitas Kayu SVLK merupakan sertifikasi dari pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa bahan baku kayu yang kami gunakan berasal dari sumber-sumber yang jelas dan memiliki aspek yang legal JAS JAS dmerupakan sertifikari dari pemerintah Jepang yang merupakan standar untuk menjamin kualitas produknya aman dan sesuai dengan standar yang tinggi dari Jepang sehingga memberikan kepercayaan kepada konsumen. Kami menerika sertifikasi JAS karena penggunaan lem yang sesuai standar emisi untuk diekspor ke Jepang PEFC PEFC merupakan sertifikasi yang menjamin bahan baku kauyu yang kami gunakan berasal dari hutan yang terbarukan FSC FSC merupakan sertifikasi untuk menunjukkan bahwa praktek-praktek manajemen bahan baku kami berasal dari hutan yang jelas CARB CARB merupakan sertifikasi untuk standar keamanan produk yang diekspor ke Amerika Serikat. Kami memperoleh sertifikasi CARB karena penggunaan lem pada produdk kayu yang sesuai standar lingkungan AS. CE CE merupakan labelling untuk produk yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan dan lingkungan sesusai dengan standar pasar negara-negara Eropa
Jakarta - Berbisnis sengon bisa mendatangkan untung seperti pria asal Banyuwangi, Wahyu Widodo yang tajir melintir. Pohon sengon sendiri memang telah menjadi salah satu pilihan utama bahan baku bagi industri pengolahan Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia APHI Purwadi Soeprihanto menjelaskan, kayu sengon biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat furniture atau bahan baku industri kayu lapis."Kayu sengon sekarang banyak dipakai untuk veneer. Bahan baku utama industri kayu lapis," kata Purwanto kepada detikFinance, Jakarta, Selasa 3/7/2018. Dia menjelaskan, kayu sengon juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan non konstruksi. Misalnya cetakan beton, penyangga cor atap, hingga pagar konstruksi."Jadi kalau sulit cari kayu alam, misalnya jati, itu bisanya pakai sengon sebagai bahan alternatifnya," kata mengatakan bahwa pohon sengon atau Albizia Chinensis atau disebut juga pohon albasia banyak tumbuh liar di hutan. Pohon ini kemudian kerap digunakan sebagai pengganti utama kayu-kayu alam seperti jati untuk diolah menjadi sebuah produk."Pasokan kemampuan kayu alam semakin menurun, sehingga substitusi kayu alam banyak ke arah hutan tanaman. Kalau kayu alam kan banyak di luar Jawa ya, sekarang kayu sengon ini banyak jadi substitusi kayu alam," jelasnya. fdl/eds
Pulang Pisau ANTARA - Seorang karyawan pabrik pengolahan kayu sengon PT Naga Bhuana di Desa Buntoi Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah bernama M Arifin 20 mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan sebagian tangan kanannya putus terkena gearbox mesin rotari Chipper penghancur kayu sengon. General Manager PT Naga Bhuana Aneka Piranti Rudy Hermawan di Pulang Pisau, Jumat mengungkapkan bahwa saat ini korban warga Desa Mintin Kecamatan Kahayan Hilir itu sudah dirujuk ke RSUD Palangka Raya. Dan perusahaan pun tetap bertanggung jawab kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tersebut. "Standar keamanan pengoperasional mesin sudah dipatuhi. Bagaimanapun kecelakaan kerja ini menjadi tanggungjawab penuh pihak perushaan," katanya. Menurut Rudy, tangan karyawan tersebut terkena gearbox mesin rotari Chipper untuk penghancur kayu pada Kamis 9/1 sekitar pukul WIB. Pihaknya juga masih melihat apakah kecelakaan tersebut ada unsur kelalaian karyawan dalam pengoperasionalan mesin tersebut atau ada faktor lain. Menurutnya mesin-mesin yang ada di PT Naga Bhuana adalah mesin yang lebih canggih dari pabrik sebelumnya yang ada di Solo,Jawa Tengah dan memiliki standar keamanan yang lebih baik. Namun demikian, kata dia, pihak perusahaan tetap bertanggung jawab penuh dalam penanganan hingga biaya pengobatan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja. Saat disinggung apakah keamanan karyawan perusahaan diutamakan? Rudy mengungkapkan di perusahaan tersebut memiliki Manager Safety yang berada dibawah bagian HRD, sehingga pastinya keselamatan kerja lebih diutamakan. Dia juga mengungkapkan ada cerita mistis yang menyertai saat terjadi kecelakaan kerja tersebut. Dari keterangan beberapa karyawan, pada Kamis sekitar pukul WIB salah satu karyawan pada bagian repair mengalami kesurupan. Selanjutnya terjadi kecelakaan kerja yang dialami Arifin sekitar pukul WIB. Ada beberapa yang tidak masuk dalam nalar juga disampaikan karyawan lain. Pada saat terjadi kecelakaan dan korban Arifin sedang dibawa untuk mendapatkan pertolongan, salah satu karyawan wanita melihat ada sosok besar wanita berbaju putih bertaring dan berdarah tertawa, hingga membuat karyawan tersebut jatuh pingsan. Menurut Rudy, pihak perusahan tentunya masih mengevaluasi kecelakaan kerja tersebut. Namun secara fakta, korban kecelakaan telah diberikan penanganan yang utama dan sudah dikomunikasikan dengan pihak keluarga korban. "Masalah lain tentunya pihak perusahaan telah memberikan yang terbaik, termasuk standar keamanan kepada karyawan dengan berdoa sebelum menjalankan semua aktivitas di perusahaan," Kasriadi/Adi WaskitoEditor Muhammad Yusuf COPYRIGHT © ANTARA 2020
Mataram Suara NTB – Pabrik pengolahan kayu lapis atau triplek kini sudah hadir di NTB. Pabrik dengan kapasitas meter kubik kayu per bulan milik PT. Kayu Lima Sejahtera KLS ini telah beroperasi di Lombok Tengah Loteng.Kepala Bidang Pengelolaan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK NTB, Julmansyah, S. Hut, mengatakan, keberadaan pabrik pengolahan kayu tersebut menjadi jaminan pasar kayu yang ditanam oleh masyarakat atau kelompok masyarakat di areal perhutanan sosial. Dengan adanya jaminan pasar, masyarakat akan menggalakkan penanaman kayu sengon yang menjadi bahan baku triplek tersebut di lahan kritis yang mencapai ratusan ribu hektare di pabrik triplek di Kabupaten Lombok Tengah. Suara NTB/ist’Jenis kayunya yang dibutuhkan Sengon, kategori kayu lunak dan kayu cepat tumbuh. Usia tumbuhnya 5 – 6 tahun, petani sudah bisa panen,’’ kata Julmansyah dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 21 Juni menjelaskan, selama ini PT. Kayu Lima Sejahtera bermitra dengan masyarakat di luar kawasan hutan. Dan juga akan menerima kayu yang berasal dari perhutanan sosial. ’Kita Dinas LHK mendorong agar KLS menjadi pasar atau offtaker dari kayu-kayu yang sudah ditanam oleh masyarakat. Sehingga kayu masyarakat punya pasar,’’ tersebut, sekarang sedang mengurus rencana pengembangan Hutan Tanaman Industri HTI di Pulau Sumbawa seluas hektare. Bahkan untuk memasok kebutuhan bahan baku kayu untuk pabrik yang sudah beroperasi di Lombok Tengah, pihaknya sudah mempertemukan mereka dengan salah satu pemegang izin HTI di Pulau pemegang izin HTI di Pulau Sumbawa tersebut sudah mulai menanam kayu sengon sejak beberapa tahun lalu dan usianya tanamnya sudah memungkinkan untuk ditebang. Selain kayu sengon di kawasan HTI, juga ada di kawasan perhutanan sosial. ’Kayu sengon di perhutanan sosial sudah ada. Tinggal proses tebang saja. Cuma harus mengurus administrasinya. Supaya menjadi legal,’’ mengatakan, agar petani dan perusahaan sama-sama untung. Pihaknya membuat strategi agar kelompok tani bermitra dengan perusahaan yang dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.’Di situ diatur soal harga, bagaimana menjual. Apa hak dan kewajiban para pihak. Kita akan ikat supaya petani sejajar dengan perusahaan. Memang sejak awal petani dan perusahaan harus diikat dengan perjanjian kerja sama supaya ada keyakinan bahwa kayu yang ditanam punya pasar dan harga,’’ menambahkan, dalam satu areal kawasan, bukan saja ditanami kayu sengon. Tetapi dapat juga ditanami tanaman yang dapat menjadi pakan serta kayu putih. Di mana, kayu sengon dapat dipanen 5 tahun sekali, kayu putih beberapa kali dalam setahun dan tanaman pakan ternak yang dapat dipanen setiap 45 hari.’Itu modelnya agroforestry. Kita akan uji coba di Sekotong dulu. Kalau sukses di Sekotong, kita replikasi ke lokasi yang lain. Kita akan dorong masyarakat yang menanam. Para kepala desa kita harapkan bisa menangkap peluang ini. Supaya bisa melakukan rehabilitasi lahan kritis,’’ tandasnya. nas
LUMAJANG - Pabrik pengolahan kayu sengon milik CV Langgeng Makmur Bersama di Lumajang ludes terbakar, Selasa 9/2/2021. Pabrik pengolahan kayu tersebut berada di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. Api itu terlihat berkobar-kobar melahap olahan kayu di bagian produksi. Bahkan ganasnya api juga telah merusak sebagaian atap pabrik. Wakil Komandan Regu Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Lumajang, Bayu Wicaksono mengatakan, kebakaran terjadi mulai pukul WIB. Kebakaran itu terjadi diduga karena percikan api dari mesin blower mengenai bahan pengolahan kayu sengon. "Assesmen dari kami lokasi mesin pengolahan kayu ini berdekatan dengan bahan baku kayu setengah jadi. Percikan api lalu menyambar bahan baku setengah jadi, otomatis menyebabkan kebakaran," kata Bayu, Selasa 9/2/2021. Untuk saat ini di lokasi terlihat petugas masih berjibaku memadamkan api. Hingga 5 jam lamanya api belum bisa berhasil dijinakkan. Bahkan 5 mobil pemadam kebakaran terlihat mondar-mandir keluar-masuk pabrik karena kehabisan air. Sementara karyawan pabrik juga terlihat membantu petugas. Ada yang menolong menyemprot api, sementara lainnya mengamankan tumpukan bahan kayu setengah jadi. Bayu menjelaskan, para petugas kesulitan melakukan pemadaman lantaran di lokasi banyak material yang mudah terbakar. Selain itu, kurangnya keseterdiaan air di pabrik membuat petugas harus bekerja lebih lama. "Kemudian jarak antara sumber air dengan lokasi kebakaran juga cukup jauh, terus masih banyak tumpukan kayu otomatis menghambat pemadaman," ujarnya. Telah dipastikan dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Kendati demikian, akibat kebakaran itu pemilik pabrik ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta.
pabrik pengolahan kayu sengon